Tampilkan postingan dengan label cuaap-cuaap saiia :). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cuaap-cuaap saiia :). Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Desember 2011

secarik surat tak bernyawa tuk bunda


Secarik surat untuk bunda,,
Bunda,,
Tahukah engkau duka anakmu kini?
Tahukah engkau derita anakmu ini,,??
Sungguh aku tak sanggup bunda, beribu-ribu ku katakan aku tak sanggup kau diamkan aku seperti ini, apa salahku bunda? Tolong kau sampaikan pada semilir angin jika tak ingin kau katakan padaku, biarkan angin yang berhembus menyampaikan salahku pada sanubariku,,,
Bunda, jika ingin aku jujur padamu, aku rindu akan belaian tanganmu yang lembut mengusap setiap helaian rambutku, membuatku terlelap dalam pangkuanmu,,,
Aku rindu akan senyumanmu yang menghangatkan jiwa kesepianku, aku merindukan panggilan sayangmu kepadaku, aku merindukan seluruh perhatianmu padaku,,,
Apa aku terlalu salah denganmu hingga kau jadi begini?
Bunda, tak tahukah engkau hal yang paling aku inginkan apa?
Aku tak ingin harta, aku tak ingin uang, aku tak ingin kemewahan dunia, hanya satu yang aku inginkan bunda, satu hal saja.. KASIH SAYANGMU
Aku haus akan itu bunda, aku haus akan kasih sayangmu yang tak ingat kapan terakhir kali kau berikan padaku… apa itu berlebihan bunda??
Kini entah kenapa kau acuhkan aku, kau diamkan aku, kau tak mau pelukanku, padahal aku ingin memeluk erat tubuhmu, aku ingin lama denganmu, aku ingin selalu denganmu dan tak ingin waktu merebutmu dariku,,,
Bunda, kapankah ini berakhir? Kapan waktu mau berbagi denganku akan kasih sayangmu? Aku telah lelah bunda, telah lelah menanti, telah lelah mencari,,
Aku ingin menyicip manisnya kebahagiaan yang telah lama tak kurasakan bunda, apa itu salah?
Bukan maksudku memvonismu dengan hal ini bunda, kau memang telah memberikan kasih sayangmu padaku tapi itu tak cukup tuk ku, sungguh tak cukup bunda, tolong berikan aku kasih sayangmu sepenuh hatimu bunda hanya untukku, hanya untuk anak perempuanmu ini,,,
Bunda,, mungkin telah muak kau dengarkan ribuan maaf yang terlontar dari bibirku ini, tapi apa daya ku kini bunda? Hanya satu kata itu yang sanggup aku lontarkan karena telah padat dadaku ini dengan ribuan pertanyaan akan keacuhanmu padaku,,,
Air mata ini tak berhenti mengalir bunda, kau tahu itu?
Bunda, tolong ucapkan sepatah kata sayang untukku sebagai pengobat rinduku padamu yang dulu,,
Hah, bunda mungkin ini memang salahku, mungkin memang telah banyak salahku padamu yang menjejakkan luka pada hatimu, luka terdalam dalam hidupmu,,,
Mungkin ini juga hukuman buatku akan kesalahan itu, tapi aku mohon bunda jangan beri aku hukuman seperti ini, aku tak sanggup,,,
Apa kau telah muak melihat wajahku ini bunda? Jika iya aku kan pergi jauh untukmu, hanya untuk kebahagiaanmu, mungkin saat aku pergi kebahagiaanmu datang menggantikanku,,
Tapi ketahuilah bunda, aku tak ingin jauh darimu, karena aku butuh dirimu, aku butuh perhatianmu, aku butuh kasih sayangmu bunda,,,
Aku akan terus menunggu, dan menunggu kasih sayangmu tuk menyirami ladang kesepian hatiku,, aku akan selalu mencintaimu bunda, akan selalu menyayangimu meski maut telah di ujung kerongkonganku….
Bunda maafkanlah anak perempuanmu ini bunda, yang tak bias membuatmu bahagia,,,
Aku akan terima ini bubnda sebagai hukumanku akan kesalahanmu padamu bunda,,
Aku menunggu kasih sayangmu, belaian lembut tanganmu, hangatnya pelukanmu di sini bunda, aku akan tetap menunggu itu meski itu tak dapat menjadi nyata,,,

Tuhan tolong sampaikan suratku ini pada bundaku lewat alunan indah mimpimu,,,
Beritahu dia bahwa aku merindukannya,, tolong Tuhan beritahu bundaku, agar air mata ini dapat berhenti mengalir agar jiwa ini tak lagi kesepian,,,
Tolong sampaikan secarik surat tak bernyawa ini Tuhan,,,
Secarik suratku yang tak bernyawa penuh makna untuk bunda, wqanita yang ku sayangi dan ku cintai,,,!!!

Kamis, 24 November 2011

Harapan cinta

Terkadang sayang itu baru terasa membekas saat kita akan berpisah 
     Ya, itu kata paling tepat menggambarkan perasaanku sekarang, kini aku sedang bimbang dan takut. aku takut untuk berpisah dari sang belahan jiwa, siapa lagi kalau bukan kekasihku, membayangkan perpisahan yang semakin dekat membuat memori otakku bekerja secara FlashBack.
     Awal rasa itu hadir di hati, saat aku pindah dari pondok tercinta ke sebuah SMA Negeri di daerahku kelas 2 Sma pertengahan semester satu. Perjumpaan pertama tak ada kesan yang membekas (maklum anak baru bo'), aku pun juga jadi seorang anak pendiam walau gitu aku lumayan senang karena anak-anaknya welcome banget nyambut aku sebagai pendatang baru, apa lagi anak cowoknya, hehehe kalau di ingat-ingat tuh bisa ketawa sendiri. Hari pun berlalu, dan aku masih saja belum berani untuk menampakkan sifat asliku, ya bagian ini aku ingat banget, saat lagi asyik baca novel ada seseorang cowok yang mampu menarik perhatianku, cowok itu gak ganteng, hitam manis, dengan senyuman dan tawaan lepas berbicara riang tentang bola dengan temannya. Tawaan itulah yang membuat aku berpaling dari buku tercinta, kulihat dengan seksama tingkahnya begitu luwes, riang, dan cuek (sifat ini yang buat aku jadi penasaran ma dia). Dan mulai hari itu aku terus memperhatikannya. Ahmad Zainuri, itulah namanya.
     Hari berganti hari, aku semakin dekat dengannya tanpa sadar dia tak sengaja menanamkan benih sayang ke hatiku, meski aku tahu aku saat itu udah ada yang punya (LDR gitu). Entah kenapa aku merasa perasaanku ini tak bertepuk sebelah tangan, aku merasakan dia juga sayang padaku tapi aku bingung sifatnya tetap aja cuek dengan aku. Curi-curi pandang pun tak bisa di hindari antara kami, aku mulai berani mendekatinya, curhat tentang cowok aku yang nun jauh di sana dengan dia, sampai akhirnya aku membulatkan hatiku untuk putus dengan cowokku karena tingkahnya yang terlalu overprotectif dengan aku.
     Tepat tanggal 15 Desember 2010 aku resmi putus dari cowokku, huh putus yang tidak mengenakan, akibatnya sampai sekarang aku dan dia benar-benar ngerasa tak pernah bertemu dan saling kenal. Tepat tanggal 20 Desember 2010 aku dan urik (panggilannya) mulai saling terbuka satu yang lain, mulai membicarakan perasaan kami, mungkin orang-orang mengganggap aku ini begitu jahat ya, tapi begitulah alur yang telah terjadi, mungkin malam itu kami berdua masih belum yakin dan pasti dengan keputusan kami.
     Malam tahun baru, tepat tanggal 01 bulan 01 tahun '11 di singkat 010111. Dia mengungkapkan perasaannya, dan akupun menerima ungkapan itu tanpa pikir panjang lagi. Hah, lucu banget ya.!! Walau melalui pesan singkat (sms), tiada alunan musik, kembang-kembang beterbaran, dan sekuntum mawar merah bagiku itu sudah cukup, dan satu pesan dia yang selalu aku ingat arti akan 010111 itu...
"010111 adalah sebuah pengharapan, semoga kisah cinta kita cantik dan bahagia seperti tanggalnya, dan makna angka satu yang banyak itu, semoga dihati urik cuma ada 1 cewek yaitu intan, dan 1 cowok di hati intan yaitu urik, dan intan adalah pacar pertama urik yang sangat urik sayangi"
     Begitu dalam dan menyentuh kata-katanya, dan aku pun juga tak menyangka jalinan kisah cinta ini bertahan lama, kini aku dan dia telah duduk di kelas 3 Sma itu artinya kami berdua akan berpisah, terkadang di saat aku tengah melamun aku selalu membayangkan saat-saat jauh dari dia, apakah aku sanggup akan itu? karena setahun lebih sudah aku selalu mengukir kenangan bersamanya, dengannya, dan selalu dia. Hatiku selalu merongrong tak sanggup meski belum aku coba, membayangkannya saja aku sudah menangis, apa lagi aku mencoba melakukannya!!! ya Allah, kenapa perpisahan itu mesti ada di saat aku bahagia bersama dia?!
     Kurang lebih 4 bulan lagi aku dan dia bisa tetap bersama, aku selalu takut dan takut waktu yang aku hindari itu datang, karena aku yakin itu pasti akan datang dan tak dapat kuhindari lagi. Ya waktu lulus sekolah, waktu aku berpisah dengannya dalam rentan waktu yang lama.
Ya Allah,,,,
Hanya ada segelintir harapanku saat hari itu tiba, dan hanya satu harapanku saat aku mengukir kenangan bersamanya....
aku harap jika saat itu tiba, walau terpisah tembok cina, walau terpisah antar benua kasih sayang aku dan dia selalu tetap ada, dan tak kan pernah terkikis oleh masa....
aku harap jika memang saat itu tiba dan mencoba memisahkan cinta, aku ingin tetap bersama dengannya,,,
aku harap jika waktu itu tiba dan jodohku memang untuknya, pertemukanlah aku lagi bersama dia, untuk mengisi tulang rusukku yang telah tak ada....
dan aku harap saat mengukir kenangan bersamanya, hanya keindahan yang terlukiskan tak ada batu-batu yang mengganjal cinta, tak ada yang membuat luka, yang ada hanya kebahagiaan cinta antara aku dan dia hingga waktu memisahkan kami berdua,,,
amiin, amiin ya robbal'alamin... :)